Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Fakta Harga Pertalite dan BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |07:05 WIB
3 Fakta Harga Pertalite dan BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Akhir 2026
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, termasuk Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. (Foto: Okezone.com/Pertamina)
A
A
A

JAKARTA — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, termasuk Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Keputusan ini diambil atas instruksi Presiden Prabowo Subianto setelah mempertimbangkan kondisi fiskal serta dampak sosial dan ekonomi di tengah fluktuasi harga energi global.

Berikut fakta-fakta terkait kebijakan harga BBM yang tetap stabil hingga akhir 2026, Sabtu (11/4/2026):

1. Keputusan Harga BBM Tidak Naik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan proses di balik kebijakan tersebut. Kementerian Keuangan secara intensif melakukan simulasi dampak ekonomi berdasarkan berbagai skenario harga minyak mentah dunia, mulai dari USD80 hingga USD100 per barel. Hasil simulasi tersebut kemudian disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan.

“Jadi kebijakan (tidak menaikkan BBM) kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan. Kadang-kadang kita menjalankan saja, kadang kalau ditanya kita kasih opsi,” tuturnya.

Proses dialog antara tim ekonomi dan Presiden dilakukan melalui serangkaian rapat koordinasi guna memastikan ketahanan APBN tetap terjaga meskipun harga minyak melonjak.

“Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya, ‘Gimana dampaknya?’ Oke Pak, saya hitung dulu. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga USD80 per barel bagaimana? Segini. Harga USD90? Segini. Harga USD100? Segini,” jelas Purbaya.

2. APBN Masih Kuat

Purbaya menjelaskan bahwa kondisi APBN saat ini masih sangat kuat. Pemerintah telah menyiapkan berbagai lapisan bantalan (buffer) untuk meredam risiko defisit fiskal sehingga kebijakan harga BBM tetap dapat dipertahankan.

“Iya Pak, kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi,” kata Purbaya.

Meskipun asumsi makro dalam APBN 2026 menetapkan harga minyak mentah sebesar USD70 per barel, Kementerian Keuangan telah melakukan simulasi jika harga rata-rata meningkat hingga USD80–USD100 per barel.

3. Punya Sisa Anggaran Rp420 Triliun

Pemerintah juga memiliki ruang fiskal dari dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun untuk menopang subsidi BBM.

“Jadi, ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran kami cukup,” tegas Purbaya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement