Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi di April 2026, Ini Kabar Terbaru dari Bahlil

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |11:48 WIB
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi di April 2026, Ini Kabar Terbaru dari Bahlil
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi di April 2026, Ini Kabar Terbaru dari Bahlil (Foto: Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana penyesuaian harga BBM nonsubsidi di April 2026 masih dalam kajian pemerintah. Meskipun harga minyak dunia saat ini telah menyentuh USD100 per barel. 

Bahlil mengatakan, pembahasan terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi telah dilakukan bersama oleh SPBU swasta. Namun hingga saat ini belum menemukan titik terang untuk melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. 

"Nanti kita akan menjelaskan di saat sudah melakukan penyelesaian, exercise ya. Exercise sedikit lagi," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ketika ditanya mengenai waktu kepastiannya, Bahlil masih belum bisa mengungkapnya. Dia meminta setiap pihak untuk menunggu prosesnya selesai.

"Ya tunggu ya," singkatnya

 

Kesempatan berbeda, Bahlil mengaku heran jika ada orang yang justru mempertanyakan kenapa harga BBM tidak naik meski harga minyak dunia tengah melonjak. Sebab APBN dinilai masih mampu menopang fluktuasi harga minyak yang terjadi. 

"Ada orang mempertanyakan kenapa harga BBM tidak naik. Saya kadang bingung juga, ini sesama orang pintar begitu. Kalau BBM naik protes, BBM tidak naik protes juga. Ini cocok hidup di alam mana, jadi bingung saya," kata Bahlil. 

Sebab dikatakan Ketua Umum Partai Golkar itu, kenaikan harga minyak dunia juga berdampak pada peningkatan potensi Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) khususnya di sektor migas, yang masih mampu menopang harga BBM. 

Berdasarkan hitungan sementara, target PNBP sektor migas tahun 2026 dengan asumsi harga minyak dunia USD70 dolar sekitar USD10,8 miliar atau setara Rp184 triliun. Sedangkan dengan kenaikan harga minyak USD100 per barel, maka potensi PNBP yang bisa diperoleh meningkat menjadi USD17,6 miliar atau setara Rp300 triliun (kurs:Rp17.090).

"Jadi aman lah, kita tidak membesarkan defisit kok dengan kenaikan harga minyak. Untuk rakyat kecil, Perintah Presiden Prabowo apapun harus kita lakukan untuk kita jaga suasana kebatinan mereka," pungkasnya. 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement