JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai masih relevan hingga saat ini. Namun, Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) menilai realitas yang dihadapi pekerja/buruh perempuan di Indonesia masih jauh dari cita-cita kesetaraan yang diperjuangkan Kartini.
Presiden Aspirasi, Mirah Sumirat, menyampaikan bahwa hingga 2026, pekerja/buruh perempuan masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan struktural di dunia kerja.
Berdasarkan data Komnas Perempuan, terdapat lebih dari 3.000 laporan kekerasan seksual dalam setahun terakhir, sekitar 30% di antaranya terjadi di lingkungan kerja.
“Angka ini diyakini hanya sebagian kecil dari kasus yang terjadi karena banyak korban memilih diam,” kata Mirah, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS):
Upah perempuan masih 20–25% lebih rendah dibanding laki-laki