Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangkit dari Keterbatasan, Petani Sawit Perempuan di RI Bisa Naik Kelas

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 22 April 2026 |13:12 WIB
Bangkit dari Keterbatasan, Petani Sawit Perempuan di RI Bisa Naik Kelas
Bangkit dari Keterbatasan, Petani Sawit Perempuan di RI Bisa Naik Kelas (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Petani sawit perempuan mulai mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan kebun, dari sekadar mengikuti kebiasaan menjadi pengelola yang lebih mandiri. Di berbagai wilayah sentra sawit rakyat, perempuan kini semakin aktif terlibat dalam pengelolaan kebun. 

Mulai dari memilih bibit, menentukan waktu pemupukan, hingga memastikan proses panen dilakukan dengan benar. Peran ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran bahwa keberhasilan kebun tidak hanya ditentukan oleh tenaga, tetapi juga pengetahuan.

Namun, perjalanan menuju perubahan tersebut tidak selalu mulus. Banyak petani perempuan sebelumnya menghadapi keterbatasan akses informasi dan minimnya pendampingan teknis. Praktik berkebun pun kerap dilakukan berdasarkan kebiasaan turun-temurun, tanpa pemahaman yang cukup mengenai standar budidaya yang baik.

Ida Farida, petani sawit dari Desa Mendik, Paser, Kalimantan Timur, menjadi salah satu contoh. Dia mengaku sebelumnya memanen tandan buah segar (TBS) tanpa benar-benar memahami tingkat kematangan yang ideal. Buah yang dipanen sering kali belum matang sempurna, sehingga harga jual yang diterima pun tidak optimal saat dijual ke pabrik kelapa sawit.

“Saya benar-benar baru mengetahui kalau sawit yang masih kecil itu tidak boleh dipotong dulu. Sebelumnya saya belum tahu, jadi asal panen saja. Sekarang jadi tahu ilmunya, jadi lebih paham mana yang sudah layak dipanen dan mana yang belum, supaya hasilnya juga bisa lebih bagus,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Perubahan dalam cara pandang tersebut mulai dirasakan setelah mengikuti pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa) dari PT Muaratoyu Subur Lestari - member of PT Triputra Agro Persada Tbk yang berfokus pada peningkatan kapasitas petani melalui pembelajaran praktis di lapangan. 

 

Melalui pelatihan tersebut, Ida tidak hanya memahami soal kriteria panen, tetapi juga aspek perawatan kebun yang sebelumnya kerap terabaikan. “Saya juga baru tahu kalau pohon sawit yang sudah mati tidak boleh dibiarkan. Dulu saya biarkan saja karena tidak tahu. Setelah dijelaskan, ternyata itu bisa jadi sumber penyakit dan menular ke tanaman lain, jadi sekarang langsung ditebang,” ungkapnya.

Melalui program ini, produktivitas kebun petani diharapkan meningkat seiring tumbuhnya kesejahteraan secara berkelanjutan. Program pelatihan Perkasa dirancang dengan memadukan 40% teori dasar dan 60% praktik langsung di lapangan secara intensif selama tiga hari. 

Harapannya, petani peserta dapat langsung mempraktikkan cara merawat tanaman secara presisi, sehingga mereka pulang dengan kepercayaan diri untuk menjadi ahli di kebun sendiri.

Syarifah, peserta pelatihan sekaligus Sekretaris Desa Sembuluh Dua menjelaskan banyak petani, tak terkecuali petani perempuan di desanya selama ini mengelola kebun sawit seadanya karena keterbatasan pengetahuan. Alhasil, produktivitas yang didapat juga ala kadarnya.

“Masyarakat sebelumnya tidak mengetahui bagaimana cara pemupukan, panen, dan perawatan tanaman yang benar sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. Setelah ikut pelatihan kami jadi tahu waktu yang tepat, cara yang benar, dan alasan di balik setiap tindakan di kebun," katanya.

Untuk mengoptimalkan hasil pelatihan, perusahaan juga melakukan monitoring pascapelatihan secara berkala. Tujuannya untuk memastikan para petani benar-benar menerapkan ilmu yang didapat di kebun masing-masing. Pendampingan ini menjadi kunci agar transformasi cara bertani tidak hanya bersifat sesaat, melainkan menjadi standar baru bagi produktivitas mereka.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement