Kondisi ekonomi global yang tertekan menjadi latar belakang penguatan koperasi. Mantan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai pelemahan pasar modal dan rupiah menjadi alasan perlunya penguatan ekonomi berbasis koperasi.
“Koperasi harus kembali menjadi solusi, karena sejak dulu koperasi adalah soko guru ekonomi kita,” tegas Bambang Soesatyo.
Ia mengingatkan bahwa konsep koperasi yang diperkenalkan Mohammad Hatta sempat mengalami penurunan peran akibat dominasi ekonomi liberal, sehingga saat ini menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi domestik.
Penulis Dewi Tenty Septi Artiany menilai kondisi perkoperasian di Indonesia masih didominasi koperasi simpan pinjam. Ia menyebut kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih sekitar 5 persen.
“Kita tersanjung ada perhatian, tapi selanjutnya mau ngapain? Karena itu kami mendorong koperasi yang produktif, yang benar-benar berproduksi,” ujar Dewi.
Ia menjelaskan konsep merek kolektif sebagai solusi penguatan koperasi. Berbeda dengan white label yang menghilangkan identitas, merek kolektif tetap mempertahankan identitas produk anggota sekaligus memperluas akses pasar.