Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Beri Insentif 100 Ribu Mobil Listrik, Berlaku Bulan Depan

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |15:24 WIB
Purbaya Beri Insentif 100 Ribu Mobil Listrik, Berlaku Bulan Depan
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah secara resmi akan memperluas cakupan insentif kendaraan listrik ke sektor mobil listrik (electric vehicle/EV). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan kuota insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa jumlah tersebut tidak bersifat final dan akan terus ditambah jika kuota awal telah habis terserap.

"Kira-kira untuk mobil listrik, akan kita kasih 100 ribu mobil listrik. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Kebijakan ini diambil setelah adanya pertemuan antara Purbaya dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita guna membahas strategi penguatan sektor manufaktur dan daya tahan ekonomi.

Terkait rincian teknis mengenai bentuk dan besaran insentif, Purbaya menjelaskan bahwa hal tersebut sedang dirumuskan oleh Kementerian Perindustrian, serupa dengan mekanisme subsidi motor listrik yang sudah berjalan sebelumnya. 

Khusus untuk motor listrik, pemerintah juga mematok target 100 ribu unit pertama dengan besaran subsidi Rp5 juta per unit.

"Skemanya menperin (Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita) yang mengatur. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih. Berapa subsidinya? 5 juta. Kalau abis nanti kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," ujar Purbaya.

Pemerintah menargetkan kebijakan ini dapat mulai diimplementasikan pada awal Juni 2026. Strategi ini memiliki dua tujuan utama: memperkuat daya tahan fiskal melalui pengurangan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta memacu pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV tahun 2026.

 

"Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yg kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel bbm ya. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita," jelas Purbaya.

Selain kendaraan listrik, Kementerian Keuangan berkomitmen untuk menghidupkan kembali gairah sektor swasta secara menyeluruh. Purbaya mengungkapkan rencana untuk memberikan dukungan pendanaan yang lebih terjangkau bagi industri tekstil hingga alas kaki guna peremajaan mesin produksi.

Langkah ini diambil agar mesin pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah, tetapi juga didorong oleh kontribusi aktif dari sektor manufaktur dan swasta.

"Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan... Jadi ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja. Tapi swasta akan hidup juga," pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement