“CNG ini sudah dipakai oleh hotel, restoran, hingga program MBG, tetapi untuk ukuran tabung 20 kilogram ke atas. Untuk yang 3 kilogram memang masih dalam tahap uji coba,” ujar Bahlil.
“Kalau hasil uji coba sudah ada dan dinyatakan siap, kami akan melakukan konversi dari LPG ke CNG,” imbuhnya.
Politikus Partai Golkar itu juga menyebut konversi LPG ke CNG berpotensi berdampak pada beban fiskal negara, mengingat selama ini anggaran subsidi cukup besar terserap untuk LPG.
“Kami ingin mengurangi beban masyarakat karena saat ini harga LPG per tabung bisa mencapai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu, bahkan lebih,” kata Bahlil.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.