JAKARTA - Di tengah bayang-bayang ketergantungan impor energi, Indonesia mulai menapaki jalan sunyi menuju swasembada energi. Dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan, batu bara tidak lagi sekadar komoditas ekspor, melainkan diolah menjadi Dimethyl Ether (DME), energi alternatif yang digadang menjadi kunci swasembada energi nasional.
Dalam lanskap global yang dipenuhi konflik, gangguan rantai pasok, dan lonjakan harga, negara yang tidak mandiri dalam energi akan selalu berada di posisi rentan.
Selama bertahun-tahun, sekitar 80 persen kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional masih dipenuhi dari impor. Angka ini bukan sekadar statistik tapi adalah alarm. Setiap kenaikan harga global, setiap konflik di negara produsen, langsung menjalar ke dapur rumah tangga dan beban anggaran negara.
Di titik inilah pilihan besar diambil: berhenti bergantung, mulai membangun dari dalam. Di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, batu bara yang selama ini identik dengan ekspor bahan mentah mengalami transformasi. Melalui proses gasifikasi diubah menjadi DME, energi alternatif yang menjadi substitusi LPG.
Melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), hilirisasi batu bara didorong menjadi tulang punggung baru ketahanan energi nasional. Rantai nilai tidak lagi berhenti di tambang, tetapi diperpanjang hingga menghasilkan energi siap pakai.
Di balik proyek ini, terdapat taruhan besar: mengurangi impor, menahan tekanan devisa, sekaligus menggerakkan industrialisasi nasional.
Pengembangan DME menjadi jawaban berbasis kekuatan domestik. Dengan memanfaatkan cadangan batu bara yang melimpah, proyek ini tidak hanya menciptakan sumber energi alternatif, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas nasional yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah.
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menegaskan bahwa proyek DME merupakan bagian dari percepatan proyek strategis nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan ekonomi Indonesia.
“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG,” ujarnya dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis (29/4/2026).
Ketergantungan energi tidak hanya soal pasokan, ia menentukan siapa yang benar-benar memegang kendali. Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier menilai proyek ini memberikan manfaat luas bagi negara, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, tidak semua nilai strategis proyek dapat tercermin dalam laporan keuangan korporasi, namun dampaknya sangat besar terhadap kemandirian energi nasional.
“Keuntungan bagi negara jauh melampaui angka-angka dalam pembukuan. Ini menyangkut masa depan kedaulatan energi kita,” kata Fuad.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menambahkan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi besar untuk mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam.
“MIND ID akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh anggota grup dan mitra strategis agar proyek ini berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pengembangan industri, tetapi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjawab tantangan energi nasional.
“Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat kedaulatan energi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan,” jelasnya.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyebut pengembangan DME sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan sekaligus kontribusi terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain mengurangi impor LPG dan menghemat devisa, proyek ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat industri pendukung, serta membuka peluang kerja baru.
Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, hilirisasi batu bara menjadi DME diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan swasembada energi nasional.
Lebih dari itu, proyek ini menandai perubahan arah pembangunan energi Indonesia, dari ketergantungan menuju kemandirian, dari ekspor bahan mentah menuju industrialisasi bernilai tambah. Dari Tanjung Enim, langkah itu kini dimulai.
Ketua Umum Ikatan Alumni Geologi ITB Abdul Bari menegaskan, batu bara masih memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan sumber daya mencapai 97 miliar ton dan cadangan terbukti sekitar 32 miliar ton, Indonesia memiliki modal besar untuk menopang kebutuhan energi domestik sekaligus mendukung industrialisasi.
Namun, arah kebijakan kini tidak lagi bertumpu pada eksploitasi semata. Batu bara didorong naik kelas melalui hilirisasi mulai dari gasifikasi menjadi DME sebagai substitusi LPG, hingga pengembangan Synthetic Natural Gas (SNG) sebagai alternatif energi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar menuju swasembada energi nasional.
Di saat dunia bergerak menuju energi bersih, Indonesia memilih jalur transisi yang adaptif. Batu bara ditempatkan sebagai energi jembatan—menopang kebutuhan hari ini sembari memberi ruang bagi pengembangan energi masa depan.
Melalui sinergi MIND ID dan PTBA, peningkatan kapasitas produksi batu bara tidak hanya menjadi upaya menjaga pasokan energi, tetapi juga strategi besar memperkuat industrialisasi nasional. Hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak lagi sekadar pengekspor bahan mentah, melainkan pemain utama dalam rantai nilai energi global.
Direktur Eksekutif Daulat Energi Ridwan Hanafi menilai pemanfaatan batu bara masih sangat relevan dalam menjaga kesinambungan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Menurutnya, konflik di berbagai kawasan mulai dari Timur Tengah hingga perang antara Rusia dan Ukraina telah mendorong lonjakan harga minyak dan gas dunia. Kondisi ini memberikan tekanan besar bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi.
“Indonesia berada pada posisi yang relatif lebih aman karena memiliki kekuatan sumber daya energi domestik, khususnya batu bara yang menjadi penopang utama pembangkit listrik nasional,” ujarnya.
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral per September 2025 menunjukkan Indonesia memiliki cadangan batu bara sekitar 31,9 miliar ton, dengan total sumber daya mencapai 97,96 miliar ton. Cadangan ini tersebar di 23 provinsi, terutama di Kalimantan dan Sumatera, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekuatan batu bara terbesar di dunia.
Keunggulan ini memberi dampak nyata. Ketika harga energi global melonjak, biaya pembangkitan listrik di dalam negeri tetap lebih terkendali. Stabilitas ini berperan penting dalam menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan industri tetap beroperasi.
Di titik inilah peran MIND ID menjadi krusial. Sebagai holding industri pertambangan, MIND ID tidak hanya menjaga kesinambungan produksi batu bara, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah.
Peningkatan kapasitas produksi batu bara tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga menjadi fondasi bagi industrialisasi nasional. Pasokan energi yang stabil dan terjangkau menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing ekonomi Indonesia.
Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, strategi energi Indonesia dituntut untuk adaptif dan realistis. Batu bara menjadi penopang utama hari ini, sementara pengembangan energi baru terbarukan berjalan sebagai investasi masa depan.
Melalui sinergi MIND ID dan PTBA, peningkatan kapasitas produksi batu bara tidak lagi berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan agenda besar: swasembada energi dan penguatan industrialisasi nasional.
Indonesia tidak lagi hanya mengekspor sumber daya, tetapi mulai mengolah, memanfaatkan dan mengendalikannya. Taruhan ini memang besar. Tetapi risikonya jauh lebih besar jika tidak dilakukan.
Karena dalam dunia yang semakin tidak pasti, satu hal menjadi jelas: bangsa yang tidak mandiri dalam energi, akan selalu bergantung pada keputusan bangsa lain.
Dari Tanjung Enim, Indonesia tidak lagi sekadar menggali sumber daya, ia mulai menentukan nasibnya sendiri. Dan dari perut bumi, swasembada energi bukan lagi wacana, melainkan sedang dinyalakan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.