Langkah stabilisasi ini menjadi krusial mengingat tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun sempat menunjukkan tren kenaikan ke level 6,32 persen, naik dari posisi sebelumnya di kisaran 5,9 persen. Kenaikan yield ini dipicu oleh meningkatnya risiko global, fluktuasi pasar keuangan, serta arah kebijakan moneter dunia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena yield yang tinggi dapat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui peningkatan biaya bunga utang. Dengan adanya BSF, pemerintah berharap dapat memitigasi risiko tersebut dan menjaga daya tahan fiskal tetap sehat.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.