Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bapanas Pastikan Harga Beras Masih Sesuai HET

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2026 |12:14 WIB
Bapanas Pastikan Harga Beras Masih Sesuai HET
Harga Beras (Foto: Okezone)
A
A
A

Setelah itu, rerata pendapatan sekitar Rp 13 juta tadi dibagi 4 bulan yang merupakan masa tanam dan panen padi. Hasilnya sekitar Rp 3,2 juta per bulan. Kemudian dibagi lagi 4 orang dengan asumsi keluarga petani terdiri dari 1 suami, 1 istri, dan 2 anak.

Diperoleh nilai sekitar Rp 800 ribu per orang per bulan. Dari nilai itu apabila dibagi dalam jumlah hari dalam sebulan dapat dibulatkan menjadi sekitar Rp 30 ribuan per orang per hari dalam suatu keluarga petani kecil.

"Nah sekarang petani yang berjibaku, berlumpur, mandi lumpur 4 bulan. Aku ini petani. Pendapatannya itu rata-rata per hektar itu hanya Rp 13 juta. Kita hitung per hektar. Kalau itu dibagi 4 bulan, jadi Rp 3,2 jutaan," beber Kepala Bapanas Amran.

"Kalau Rp 3 juta lebih, ini pendapatan per bulan nih, itu dibagi dengan 4 orang, 1 keluarga 2 anak. Anggaplah 1 istri, bapak, ibu, dua anak, 4 orang, itu sekitar Rp 800 ribuan per orang. Kalau dibagi sebulan hanya Rp 28 ribuan, katakanlah Rp 30 ribuan per hari untuk hidup. Tega tidak? Masih mau turunkan harga petani?," sambungnya.

Asumsi pendapatan Rp 30 ribuan tersebut tidak terpaut jauh dari Hasil Sensus Pertanian 2023 yang menyebutkan bahwa dari seluruh usaha pertanian di Indonesia sebanyak 68,10 persen termasuk kategori petani skala kecil. 

Petani skala kecil tersebut disebutkan memperoleh pendapatan sebesar 8,50 US$ PPP (Purchasing Power Parities) di mana 1 US$ PPP sama dengan Rp 5.239,05 per hari kerja.  

"Makanya kita jaga betul. Itu kalau dia berproduksi 1 tahun 1 kali saja bagaimana atau maksimal 2 kali? Nah petani ini dibatasi harga karena menjaga juga harga di konsumen supaya tidak terjadi inflasi besar-besaran. Nah disinilah keseimbangan yang paling ideal," kata Amran lagi.

"Karena kalau kita turunkan (Harga Eceran Tertinggi/HET), (pendapatan petani) ini terpukul turun. (Bisa bisa) Tidak ada produksi. Petani itu sederhana, beri ruang untuk untung sedikit, dia berproduksi. Petani tidak serakah. Kita subsidi pupuknya. Kemudian konsumennya juga tersenyum," pungkasnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement