Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Listrik Lebih Mahal di Jam 17.00–22.00?

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 11 Mei 2026 |08:03 WIB
Benarkah Listrik Lebih Mahal di Jam 17.00–22.00?
Apakah listrik lebih mahal saat digunakan pada pukul 17.00–22.00? (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Apakah listrik lebih mahal saat digunakan pada pukul 17.00–22.00? PT PLN (Persero) menyatakan bahwa pada rentang waktu tersebut terjadi beban puncak pemakaian listrik di masyarakat.

Namun, muncul pertanyaan apakah pada jam beban puncak tersebut terjadi kenaikan tarif listrik PLN. Dikutip dari akun resmi @pln_id, Sabtu (9/5/2026), PLN memberikan penjelasan terkait hal itu.

PLN membenarkan bahwa beban puncak penggunaan listrik memang terjadi pada pukul 17.00 hingga 22.00. Namun, kondisi tersebut tidak membuat tarif listrik mengalami kenaikan. Tarif yang berlaku tetap sama dan tidak ada perubahan.

Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik sebagaimana yang beredar di media sosial.

“Sampai dengan hari ini saya bicara ini dan exercise yang kami lakukan itu belum ada kenaikan tarif listrik,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beberapa waktu lalu.

Berikut rincian tarif listrik PLN untuk periode April hingga Juni 2026 (kuartal II-2026):

Tarif Rumah Tangga

R-1/TR daya 900 VA: Rp1.352 per kWh
R-1/TR daya 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
R-1/TR daya 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
R-3/TR, TM daya di atas 6.600 VA: Rp1.699,53 per kWh

Tarif Listrik Keperluan Bisnis

B-2/TR daya 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh
B-3/TM, TT daya di atas 200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

Baca Selengkapnya: Apakah Listrik Lebih Mahal Dipakai saat Jam 17.00–22.00? 

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement