Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keyakinan Konsumen Indonesia Naik, BI Ungkap Datanya

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 11 Mei 2026 |13:14 WIB
 Keyakinan Konsumen Indonesia Naik, BI Ungkap Datanya
Keyakinan Konsumen Indonesia Naik, BI Ungkap Datanya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga di zona optimis sepanjang April 2026. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai level 123,0, sedikit meningkat dibandingkan pencapaian bulan Maret yang berada di angka 122,9.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, penguatan keyakinan ini didorong oleh persepsi masyarakat yang lebih positif terhadap kondisi ekonomi saat ini.

“Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,4,” ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dipicu oleh optimisme pada dua sektor utama, yakni ketersediaan lapangan kerja serta minat masyarakat dalam membeli barang tahan lama (durable goods).

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) naik menjadi 108,8, sementara Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) melonjak ke angka 112,6. 

 

Di sisi lain, meski masih berada di level optimis, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) mengalami sedikit penyesuaian ke level 128,1 dari sebelumnya 129,2.

Masyarakat juga terpantau masih sangat optimis memandang prospek ekonomi dalam enam bulan ke depan. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat kokoh di level 129,6. Keyakinan ini berakar pada harapan akan peningkatan penghasilan, luasnya ketersediaan lapangan kerja, serta geliat kegiatan usaha di masa mendatang.

Dalam survei yang sama, BI mengungkapkan pergeseran menarik pada perilaku keuangan masyarakat. Rata-rata proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi terpantau stabil di angka 72,1 persen.

Namun, terdapat penurunan pada porsi pembayaran cicilan atau utang yang kini turun menjadi 9,7 persen. Sebagai gantinya, masyarakat cenderung mengalihkan sisa pendapatannya untuk ditabung.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement