Persoalan ini berakar dari dicopotnya salah satu pejabat tinggi, yakni Dirjen Anggaran Luky Alfirman.
Luky disinyalir memiliki peran dalam lolosnya anggaran pengadaan motor sebanyak 25.000 unit oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya sebelumnya mengaku Kemenkeu "kebobolan" karena pengadaan motor tersebut awalnya sudah ditolak secara resmi. Namun, anggaran tersebut tetap lolos melalui celah teknis pada perangkat lunak (software) milik Direktorat Jenderal Anggaran.
Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026, Purbaya menjelaskan bahwa sistem tersebut kini sedang dalam tahap perbaikan total.
"Itu software dari Ditjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," tegas Purbaya kala itu.
Pencopotan dan pelantikan pejabat baru esok hari dipandang sebagai langkah tegas Kemenkeu untuk memulihkan integritas sistem penganggaran dan memastikan tidak ada lagi alokasi dana yang melompati prosedur pengawasan Menteri Keuangan.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.