Namun, dirinya menekankan bahwa kapasitasnya dalam urusan nilai tukar cenderung pasif dibandingkan Bank Indonesia. "Iya kita siap. Kalau saya kan pasif di situ. Harusnya bank sentral saja yang menjelaskan kenapa. Karena tugas bank sentral hanya satu, menentukan undang-undang kan. Menjaga stabilitas, nilai tukar, dan yang lain," tegasnya.
Meski tekanan terhadap Rupiah terus meningkat, Purbaya memastikan bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tidak memiliki agenda untuk berkumpul dalam waktu dekat guna merumuskan kebijakan baru secara spesifik terkait nilai tukar. Pemerintah memilih untuk memberikan ruang bagi Bank Indonesia menjalankan instrumen moneternya secara independen.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.