"BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF, dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada Rupiah," papar Destry.
Dengan demikian, Bank Indonesia memperkirakan bahwa tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor yang bersifat temporal dan musiman.
BI optimistis tekanan ini akan mereda seiring berjalannya waktu, sehingga nilai tukar dapat bergerak kembali ke level fundamentalnya.
"BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar Rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," pungkas Destry.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.