Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham Didepak MSCI Jadi Top Losers di BEI

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |09:49 WIB
Saham Didepak MSCI Jadi Top Losers di BEI
Emiten yang dikeluarkan MSCI dari indeks global masuk dalam daftar top losers pada sesi awal perdagangan Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Emiten yang dikeluarkan MSCI dari indeks global masuk dalam daftar top losers pada sesi awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok ke level 6.763.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks mereka, antara lain PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Dalam pengumuman tersebut, MSCI juga memasukkan satu emiten ke dalam Global Small Cap Indexes, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Pada pengumuman MSCI Global Small Cap Indexes itu, terdapat 13 saham Indonesia yang dikeluarkan dari konstituen. Antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).

Selain itu, terdapat PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Dari daftar emiten tersebut, beberapa masuk dalam top losers pada sesi awal perdagangan, seiring tekanan pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI. Misalnya TPIA tertekan 13,27% ke level 4.380, CUAN tertekan 11,11% ke level 840, MORA tertekan 10,78% ke level 6.825, dan DSSA tertekan 10,73% ke level 1.040.

Sementara itu, data perdagangan BEI hingga pukul 09.07 WIB menunjukkan IHSG terkoreksi 1,55% ke level 6.752 atau turun 106,39 poin dibanding penutupan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.787 dan level terendah di 6.741.

Pada sesi awal perdagangan, tercatat 9,53 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp2,6 triliun. Adapun 177 saham menguat, 351 saham melemah, dan 431 saham stagnan.

Berdasarkan sektoral, pelemahan indeks dipimpin oleh sektor bahan baku yang terkoreksi paling dalam sebesar 2,95%. Kemudian diikuti sektor infrastruktur yang melemah 1,94%, sektor kesehatan 1,21%, sektor konsumer non-primer 1,42%, dan sektor energi 1,17%.

Selanjutnya sektor keuangan, konsumer primer, properti, dan teknologi masing-masing juga terkoreksi di bawah 1%. Hanya dua sektor yang menguat, yaitu sektor transportasi sebesar 3,26% dan sektor perindustrian sebesar 0,82%.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement