Merespons hal tersebut, Perdana Menteri Alexander Turchin menegaskan komitmen penuh Belarus untuk mempererat hubungan ekonomi. Guna mempermudah koordinasi dan memperlancar hubungan diplomatik kedua negara, PM Turchin juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Minsk.
Selain sektor pangan dan industri, fokus pembahasan kedua pemimpin tertuju pada implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang telah resmi ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg.
Melalui kesepakatan perdagangan bebas ini, Indonesia berharap Belarus dapat menjadi pintu masuk utama bagi produk-produk ekspor nasional untuk menembus pasar Eurasia Timur secara lebih efisien. Perjanjian dagang ini menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam membangun kemitraan perdagangan yang terbuka, inklusif, serta saling menguntungkan.
Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan diplomasi ekonomi ini antara lain Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Belarus Jose Tavares, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.