JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak ke level terendahnya 6.398 secara intraday, pada perdagangan hari ini Senin (18/5/2026).
Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik menjelaskan, kondisi tersebut merupakan dampak dari kondisi ketidakpastian global. Bahkan indeks di pasar Asia pada perdagangan pekan lalu juga mengalami koreksi serupa.
"IHSG hari ini kalau kita cermati memang, ketidakpastian pastikan di pasar kita masih cukup tinggi. Tetapi kalau kita lihat, pasar kita hari Kamis dan Jumat itu libur. Di masa libur itu, pasar global khususnya pasar Asia mengalami koreksi," ujar Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (18/5/2026).
Bursa Asia kompak mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (15/5). Terpantau Nikkei 225 ditutup koreksi 1,99 persen, SSE Composite koreksi 1,02 persen, CSI 300 Indeks tertekan 1,12 persen, Indeks KOSPI juga ikut tertekan 6,12 persen, TAIEX melemah 1,39 persen, dan S&P 200 tertekan 0,11 persen.
"Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," kata Jeffrey.
Namun demikian, ia mengakui bahwa ketidakpastian masih menghantui pasar modal Indonesia. Investor diminta tetap mencermati saham-saham dengan basis fundamental yang bagus sebelum mengambil keputusan investasi.
"Tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi. Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing," lanjut Jeffrey.
Sekedar informasi tambahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 6.599 pada perdagangan hari ini. Indeks sempat melemah ke level terendah 6.398 dan level tertinggi 6.631.
Sebanyak 29,7 miliar lembar saham ditransaksikan dengan total Rp20,4 triliun. Ada 129 emiten saham yang menguat, 647 emiten tertekan, dan 183 emiten yang stagnan.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.