Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jadi Prioritas, Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Penyintas Bencana Sumatera

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |09:09 WIB
Jadi Prioritas, Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Penyintas Bencana Sumatera
Jadi Prioritas, Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Penyintas Bencana Sumatera (Foto: Dokumentasi)
A
A
A

JAKARTA - Pemulihan ekonomi penyintas dan mitigasi risiko bencana lanjutan menjadi prioritas pada fase transisi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketua Tim Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Pratikno menjelaskan, pemulihan ekonomi penyintas akan dilakukan secara paralel dengan berbagai rencana aksi prioritas, seperti normalisasi sungai, pemulihan lahan sawah dan tambak, perbaikan jalur logistik, penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta program padat karya.

Skema tersebut dirancang untuk mengantisipasi dampak lanjutan pascabencana, seperti banjir susulan akibat sungai yang belum sepenuhnya dinormalisasi. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat melalui program padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli warga terdampak.

“Kebutuhan mendesak masyarakat terus kami jaga supaya bisa terpenuhi sebaik-baiknya. Selain itu, kami juga harus kembali memfasilitasi kehidupan ekonomi masyarakat, mulai dari menjaga jalur logistik, pertanian, perikanan, hingga perdagangan dan UMKM,” kata Pratikno yang juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam keterangannya, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Pratikno menegaskan percepatan perbaikan infrastruktur fisik juga menjadi fokus utama pada fase transisi pemulihan. Menurut dia, langkah tersebut penting agar infrastruktur yang diperbaiki lebih kuat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

“Kita harus mengawal infrastruktur fisik jangan sampai nanti tidak kokoh dalam menghadapi perubahan iklim ke depan,” katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement