Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Kritik The Economist, Purbaya: Harusnya Indonesia Dipuji

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |15:46 WIB
Soal Kritik The Economist, Purbaya: Harusnya Indonesia Dipuji
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons sorotan media ekonomi asing The Economist. (Foto: Okezone.com/IMG)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons sorotan media ekonomi asing The Economist mengenai arah kebijakan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kondisi keuangan negara saat ini masih berada dalam koridor yang aman dan terkendali, sehingga lebih layak mendapatkan apresiasi ketimbang sentimen negatif.

Purbaya menjelaskan, seluruh indikator makro fiskal nasional menunjukkan performa yang sehat. Salah satu bukti konkretnya adalah realisasi defisit anggaran yang berhasil ditekan di bawah ambang batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.

"Kan fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen dari PDB. Tahun lalu bukan 2,9 persen lho, 2,8 persen dari PDB defisitnya. Jadi, nggak ada masalah," ujar Purbaya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Penjelasan Purbaya tersebut sekaligus meluruskan laporan The Economist yang mengkritisi sejumlah program prioritas berskala besar milik pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan koperasi desa.

Media internasional itu mengkhawatirkan implementasi program-program tersebut dapat memicu pembengkakan anggaran dan mempersempit ruang fiskal negara.

Bendahara negara ini menilai sudut pandang yang digunakan media asing tersebut kurang proporsional dalam melihat peta ekonomi global secara utuh. Ia menyarankan agar performa Indonesia dibandingkan secara objektif dengan kondisi keuangan negara-negara maju di kawasan Eropa yang posisinya dinilai jauh lebih mengkhawatirkan.

"Kalau The Economist memandang kebijakan fiskal kita berantakan, coba lihat negara-negara di Eropa. Defisitnya berapa? Utangnya berapa? Itu mendekati 100 persen semua dari PDB," kata Purbaya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement