Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |16:09 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Secara terpisah, pemerintahan Trump pada hari Sabtu membiarkan pengecualian sanksi yang sebelumnya memungkinkan negara-negara termasuk India untuk membeli minyak Rusia yang diangkut melalui laut berakhir setelah perpanjangan selama sebulan.

Dari sentimen domestik, pasar tersentak dengan pernyataan Presiden Prabowo yang mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. Sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu langsung dirasakan.

Menurutnya, di tengah situasi global yang membuat banyak negara lain panik, kondisi Indonesia justru masih terpantau stabil dan baik-baik saja. “Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” tutur Prabowo.

Kondisi masyarakat didesa saat ini lebih pandai dibandingkan masyarakat kota karena teknologi sudah merata, sehingga salah kalau Prabowo mengatakan orang desa tidak mengenal dolar AS bahkan transaksi mata uang kebanyakan orang-orang desa.

Namun, sangat disayangkan disekitaran presiden terutama sekertaris kabinet tidak bisa mengarahkan pidato presiden sesuai dengan protokol yang sudah ada. Dan iin merupakan koreksi yang harus dilakukan oleh sekertasi kabinet untuk melakukan pembenahan, agar kedepan tidak terjadi lagi .Apalagi sebelumnya Prabowo juga pernah menyatakan bermain saham itu judi.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.660-Rp17.720 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement