"Kalau Anda pegang dolar sekarang ya jual saja," ujar Purbaya.
Purbaya memaparkan operasi senyap yang dilakukan kementeriannya sejak akhir pekan lalu untuk membentengi pasar keuangan dari sentimen penghindaran risiko global (global risk-off). Pemerintah tercatat melakukan intervensi masif selama tiga hari berturut-turut, yakni sejak Jumat, Senin, hingga Selasa.
Khusus pada Selasa (19/5), Kementerian Keuangan menggelontorkan dana manajemen kas APBN sebesar Rp1,3 triliun untuk melakukan aksi beli di pasar surat utang.
Dampaknya, tingkat imbal hasil (yield) obligasi negara berhasil ditekan turun, yang berarti harga obligasi naik dan menguat. Kondisi ini memicu investor asing untuk ikut berbalik arah memborong SBN.
Berdasarkan data rincian transaksi harian yang dikonfirmasi Purbaya bersama jajarannya, pada hari ini investor asing resmi masuk ke pasar sekunder sebesar Rp500 miliar, sementara di pasar perdana atau primer mencatatkan arus masuk yang lebih besar, yakni mencapai Rp1,68 triliun.