Deni menjelaskan depresiasi rupiah merupakan bagian dari strategi penyesuaian struktural. Pelemahan rupiah dinilai dapat membuka ruang ekspor, memperkuat industri domestik, serta mengurangi ketergantungan impor.
“Tugas pemerintah adalah memastikan pelemahan rupiah tidak sekadar menjadi gejolak pasar, tetapi menjadi momentum transformasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Deni menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen. Menurutnya, angka tersebut memberi kesan stabilitas ekonomi nasional masih terjaga.
“Angka ini menenangkan publik dan pasar, seolah menegaskan ekonomi nasional masih berada di jalur aman,” ujarnya.
Namun, ia menilai fondasi pertumbuhan ekonomi masih rapuh karena masih ditopang konsumsi pemerintah dan sektor hospitality.