Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketimpangan dan Middle Income Trap Disorot di Tengah Pelemahan Rupiah ke Rp17.663

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |11:39 WIB
Ketimpangan dan Middle Income Trap Disorot di Tengah Pelemahan Rupiah ke Rp17.663
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,05 persen atau 9,50 poin ke level Rp17.663 . (Foto: Okezone.com)
A
A
A

“Pertumbuhan seperti ini tidak cukup membawa Indonesia keluar dari middle-income trap. Perlu diversifikasi ke sektor bernilai tambah tinggi. Jika tidak, pertumbuhan hospitality hanya menjadi ilusi stabilitas,” ujarnya.

Ketimpangan Masih Tinggi

Deni juga menyoroti dominasi Pulau Jawa yang menyumbang 57,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sementara wilayah luar Jawa masih tertinggal.

“Ketimpangan ini berpotensi memperlebar jurang sosial-ekonomi dan memicu ketidakstabilan politik. Pertumbuhan yang tidak inklusif dapat menjadi bom waktu pembangunan nasional,” katanya.

Ia juga memperkirakan harga minyak dunia masih akan bertahan tinggi dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kenaikan biaya produksi, inflasi energi, hingga risiko defisit fiskal.

“Indonesia perlu mempercepat diversifikasi energi dengan memanfaatkan gas domestik dan energi terbarukan agar tidak terus bergantung pada impor minyak,” pungkasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement