Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Utang Luar Negeri RI Melambat di Kuartal I-2026, BI Pastikan Struktur ULN Tetap Sehat

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 22 Mei 2026 |15:43 WIB
Utang Luar Negeri RI Melambat di Kuartal I-2026, BI Pastikan Struktur ULN Tetap Sehat
Bank Indonesia (BI) mencatat laju pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami perlambatan. (Foto :Okezone.com)
A
A
A

Penyusutan ini bersumber dari turunnya pinjaman pada kelompok lembaga keuangan (financial corporations) sebesar 3,6 persen (yoy) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) sebesar 1,3 persen (yoy).

Empat sektor utama tercatat mendominasi hingga 80,4 persen dari keseluruhan utang swasta, yakni sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Sama halnya dengan instrumen pemerintah, struktur utang swasta turut ditopang oleh kewajiban jangka panjang dengan pangsa sebesar 76,6 persen.

Menilik kondisi secara keseluruhan, struktur kewajiban luar negeri Indonesia dipastikan masih tetap sehat berkat konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian. Indikator kesehatan tersebut tercermin dari menurunnya rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 29,5 persen, serta tingginya dominasi pinjaman jangka panjang yang memegang porsi hingga 85,4 persen dari total keseluruhan utang.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dan upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” urai Ramdan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement