Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuota Rumah Subsidi Capai 350 Ribu Unit, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 26 Mei 2026 |16:39 WIB
Kuota Rumah Subsidi Capai 350 Ribu Unit, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Kuota rumah subsidi tahun ini mencapai 350.000 unit. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

“Kami sudah bisa menjalankan BSPS Swasta yang dibiayai oleh Buddha Tzu Chi sebanyak 5.500 unit, serta dari Djarum dan Astra, di mana pemerintah menyiapkan data masyarakat yang perlu dibantu. Untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Sumatera Utara dan Aceh, pihak swasta juga telah membangun 2.600 rumah dengan lahan yang disiapkan oleh Bank Tanah, Danantara, dan pemerintah daerah,” tambahnya.

Capaian juga terlihat pada penyediaan hunian vertikal di kawasan padat penduduk seperti wilayah penyangga ibu kota. Pemerintah menargetkan pembangunan ratusan ribu unit apartemen subsidi di lokasi strategis guna menekan angka kebutuhan rumah yang belum terpenuhi selama lima tahun terakhir.

“Kami sudah mulai membangun di Meikarta melalui tahap groundbreaking yang berpotensi menghasilkan 141.000 unit, padahal selama lima tahun terakhir pembiayaan rumah susun subsidi secara nasional hanya mencapai 140 unit. Kami juga sedang mengurus lahan seluas 45 hektare di Depok dari hibah Komdigi untuk proyek serupa, serta mengusulkan target BSPS menjadi 2 juta unit pada tahun 2027 dengan tambahan anggaran Rp38 triliun,” tuturnya.

Perlu diketahui, hingga 25 Mei 2026, realisasi anggaran Kementerian PKP telah menyentuh angka Rp1,38 triliun atau 13,4 persen dari total pagu Rp10,3 triliun. Maruarar menekankan upaya transparansi dengan merilis data serapan anggaran secara terbuka kepada publik setiap tanggal satu setiap bulan.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement