Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memulai proyek PLTS 100 GW dari Pulau Jawa.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pada tahap awal, proyek ini akan dimulai dengan membangun fasilitas PLTS dengan kapasitas 17 gigawatt hingga mendirikan fasilitas battery energy storage system (BESS) dengan kapasitas 33 gigawatt.
"Untuk 100 gigawatt ini, ya kita akan lakukan percepatan. Kementerian ESDM lagi menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan pembangunan PLTS 100 gigawatt," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM.
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pengadaan lahan di Pulau Jawa serta pemilihan lokasi pembangunan.
"Ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24.000 hektare. Jadi, 24.000 hektare ini kita akan melakukan verifikasi, ini bersama, nanti ada ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan juga PLN," kata Yuliot.
Dia menjelaskan program PLTS 100 GW ini merupakan upaya Pemerintah untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga disel, yang saat ini masih digerakkan oleh bahan bakar fosil.
"Arahan dari Presiden tiga tahun untuk ini PLTS dan juga dedieselisasi ini bisa dilaksanakan. Ini yang kita lagi konsolidasikan. Kalau ini berasal dari energi baru terbarukan, berarti kan kita sudah tidak tergantung lagi dengan ini pengadaan BBM yang sangat fluktuatif," pungkas Yuliot.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.