Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Fakta Rupiah Makin Terpuruk, Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar AS

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 30 Mei 2026 |06:06 WIB
7 Fakta Rupiah Makin Terpuruk, Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar AS
7 Fakta Rupiah Makin Terpuruk, Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar (Foto: Okezone)
A
A
A

3. Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp18.000

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.880-Rp17.940 per dolar AS dan untuk sepekan berada di Rp17.800-Rp18.100 per dolar AS.

4. Sikap BI soal Rupiah Melemah Dekati Rp17.900

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa guncangan terhadap Rupiah dipicu oleh akumulasi faktor eksternal dan kebutuhan musiman di dalam negeri.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan bahwa eskalasi konflik militer yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah menjadi motor utama di balik tingginya ketidakpastian pasar finansial global. Faktor ini kemudian berkelindan dengan lonjakan permintaan valuta asing (valas) di pasar domestik yang tidak diimbangi oleh pasokan likuiditas Dolar AS yang memadai.

"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah. Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas," ungkap Denny dalam keterangan resminya, Jumat.

5. BI Lakukan Intervensi

Guna meredam volatilitas nilai tukar, Bank Indonesia memastikan tidak akan tinggal diam. Denny menegaskan bahwa bank sentral memegang komitmen penuh untuk mengawal stabilitas moneter secara terus-menerus tanpa jeda, baik di pasar domestik maupun internasional.

"Sebagaimana disampaikan Bapak Gubernur Bank Indonesia pada kesempatan sebelumnya, Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," jelas Denny. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.

Selain mengandalkan intervensi fisik di pasar spot dan derivatif, BI juga terus memperkuat lini pertahanan lewat bauran kebijakan moneter (monetary policy mix). 

Langkah ini dieksekusi dengan mendesain struktur suku bunga instrumen moneter yang ramah pasar (pro-market) guna mencegah terjadinya fenomena hengkangnya modal asing (capital outflow) dan mempertahankan imbal hasil (yield) aset keuangan domestik agar tetap atraktif di mata investor global.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement