Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Sempat Tembus Rp17.900 per Dolar AS, Defisit Neraca Pembayaran Disorot

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 30 Mei 2026 |13:05 WIB
Rupiah Sempat Tembus Rp17.900 per Dolar AS, Defisit Neraca Pembayaran Disorot
Anjloknya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

Pada komponen transaksi berjalan, realisasi defisit tercatat sebesar USD4,01 miliar. Kendati angka ini merupakan salah satu yang terbesar untuk periode kuartal pertama dalam tujuh tahun terakhir, pos tersebut dinilai masih memiliki potensi perbaikan yang besar apabila momentum penguatan hilirisasi industri dan substitusi impor energi dapat diakselerasi secara masif.

Di dalam struktur transaksi berjalan tersebut, terdapat komponen neraca jasa yang mencatat defisit USD4,58 miliar, relatif stabil dan sejalan dengan pola pergerakan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, neraca pendapatan primer mengalami defisit sebesar USD9,15 miliar yang utamanya dipengaruhi oleh komponen neraca pendapatan investasi sebesar USD8,72 miliar.

Penyebab utama defisit pada sektor ini adalah tingginya volume pembayaran bunga utang serta repatriasi dividen kepada para pemilik modal asing yang beroperasi di Indonesia. Penguatan regulasi yang mendorong retensi devisa di dalam negeri dinilai dapat menjadi solusi untuk meredam tren tersebut ke depan.

Di sisi lain, kelompok transaksi finansial mencatat defisit sebesar USD4,93 miliar pada kuartal I-2026. Awalil mengingatkan bahwa dinamika transaksi finansial kali ini tidak hanya dipengaruhi oleh perlambatan arus masuk modal asing korporasi (capital inflow), melainkan juga dipicu oleh meningkatnya arus modal penduduk domestik yang bergerak ke luar negeri (capital outflow).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement