Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepala BP Taskin Sebut Prabowo Incar Dolar Sehat Lewat Penguatan Ekspor 

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |21:51 WIB
Kepala BP Taskin Sebut Prabowo Incar Dolar Sehat Lewat Penguatan Ekspor 
Dolar AS (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional saat ini justru sedang bertransformasi menuju kemandirian yang lebih kokoh. 

Budiman mencermati gejolak mata uang global bukan sekadar persoalan angka di pasar valas, melainkan momentum bagi Indonesia untuk beralih dari ekonomi spekulatif menuju ekonomi produktif.

Budiman menjelaskan soal kekuatan dolar selama ini bukanlah sesuatu yang muncul secara alami, melainkan hasil kesepakatan politik antara Pemerintah Amerika Serikat dan bank sentralnya, The Fed. Kekuatan mata uang tersebut dipayungi oleh hegemoni militer dan penguasaan sumber daya minyak, atau yang ia istilahkan sebagai konsep "GOD" (Gun, Oil, and Dollar). Trinitas inilah yang selama ini menopang dolar sebagai mata uang pelarian aman (safe haven) bagi dunia.

Menurut Budiman, Indonesia harus memahami adanya fenomena Cantillon Effect, di mana uang yang dicetak akan terasa murah di tingkat distributor awal namun menjadi sangat mahal dan spekulatif saat sampai ke bawah. Guna menangkal dampak negatif fluktuasi tersebut, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai membangun fondasi industri domestik yang kuat.

Budiman menekankan pentingnya membangun fondasi ekonomi yang berbasis pada produktivitas rakyat agar Indonesia tidak terjebak dalam pusaran spekulasi mata uang. Menurutnya, mata uang yang kuat seharusnya menjadi cerminan dari hasil kerja keras sektor industri nasional yang mampu bersaing di pasar global.

"Kalau kita bangun fondasi ekonomi produktivitas rakyat, industri nasional, industri domestik, maka dolar akan bisa kita dapat sebagai sebuah reward hasil dari ekspor kita. Ah ini dolar yang cakep nih, ini dolar yang sehat nih, dolar yang kita dapat karena kita menjual hasil ekspor produktivitas kita," ujar Budiman dalam siaran langsung acara Rakyat Bersuara iNews TV di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Selain mengejar ekspor, Budiman mengklasifikasikan jenis-jenis dolar yang masuk ke Indonesia. Ada "Dolar Bestie" yang datang dalam bentuk investasi langsung (Foreign Direct Investment) untuk membangun pabrik dan pelabuhan. Namun, ada pula "Dolar Baper" yang sensitif terhadap kebijakan sosial pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis atau investasi pada pendidikan, serta "Dolar Playboy" yang mudah berpindah tempat (footloose investment) demi mencari keuntungan spekulasi sesaat.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement