Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Hasil Diplomasi Prabowo 1,5 Tahun, RI Masuk BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |09:53 WIB
7 Hasil Diplomasi Prabowo 1,5 Tahun, RI Masuk BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
7 Hasil Diplomasi Prabowo 1,5 Tahun, RI Masuk BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun (Foto: Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka-bukaan soal hasil konkret diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri selama 1,5 tahun.

Teddy menegaskan, setiap kritik dan masukan terhadap pemerintah selalu ditampung. Namun, menurutnya, berbagai capaian diplomasi yang telah diraih Indonesia dalam satu setengah tahun terakhir tidak boleh diabaikan.

“Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” kata Teddy di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Teddy memaparkan sejumlah capaian dari hasil nyata diplomasi Presiden Prabowo. Pertama, kata Teddy, Indonesia bergabung ke dalam BRICS di tengah konflik krisis dunia.

“Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman. Kemudian yang kedua, tarif 0 persen di Uni Eropa, ada 25 negara di situ,” ujar dia.

“Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu,” sambungnya.

Ketiga, masuknya investasi senilai sekitar Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir. Teddy juga menyoroti hasil kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan komitmen bisnis mencapai USD33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun.

Kemudian yang keempat, penguatan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) melalui kerja sama dengan sejumlah negara. Mulai dari Prancis, Amerika, Rusia, China, Inggris, dan negara Eropa lainnya.

Kemudian yang kelima, program ibadah haji tahun 2025 lalu dan tahun 2026. Teddy mengatakan, Indonesia adalah negara satu-satunya yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. 

“Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji,” ungkapnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement