Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK Pastikan Tak Ada Potensi Bank Rush Meski Rupiah Tembus Rp18.000 per USD

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Sabtu, 06 Juni 2026 |11:15 WIB
OJK Pastikan Tak Ada Potensi Bank Rush Meski Rupiah Tembus Rp18.000 per USD
Anjloknya nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global tidak menimbulkan risiko terjadinya bank rush. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan anjloknya nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global tidak menimbulkan risiko terjadinya bank rush. Pasalnya, kondisi fundamental perbankan dan tingkat kepercayaan masyarakat masih terjaga.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa fenomena bank rush umumnya dipicu oleh menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Karena itu, menjaga kepercayaan publik menjadi faktor utama dalam mempertahankan stabilitas industri perbankan.

"Kami memandang saat ini tidak terdapat potensi bank rush karena situasi politik, keamanan, dan ekonomi Indonesia masih kondusif. Tentu saja, bank rush pada umumnya diakibatkan oleh isu kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, di tengah berbagai risiko global tersebut, ketahanan industri perbankan nasional masih tergolong sangat kuat. Hingga April 2026, permodalan perbankan tetap terjaga dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 23,97 persen.

Selain itu, kualitas kredit juga masih berada pada level yang sehat. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 2,17 persen atau masih jauh di bawah ambang batas 5 persen, disertai tingkat pencadangan kerugian kredit yang dinilai relatif stabil.

Dari sisi likuiditas, OJK menilai kondisi perbankan masih cukup kuat. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) dan alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) masing-masing berada di atas ambang batas minimum, yakni 10 persen dan 50 persen.

Sementara itu, rasio kredit terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) berada pada level 86,88 persen atau masih dalam rentang ideal 78 persen hingga 92 persen.

"Liquidity Coverage Ratio (LCR) perbankan tercatat sebesar 192,37 persen, masih jauh di atas ambang batas (threshold) dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek perbankan ke depan," kata Dian.

Dian menjelaskan bahwa fenomena bank rush umumnya dipicu oleh menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Karena itu, menjaga kepercayaan publik menjadi faktor utama dalam mempertahankan stabilitas industri perbankan.

Ia menambahkan, upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat itu harus dilakukan oleh seluruh bank melalui pemeliharaan kinerja yang sehat, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking), serta pengelolaan risiko secara aktif pada setiap lini bisnis.

"Bank rush pada umumnya diakibatkan oleh isu kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Karena itu, upaya menjaga kepercayaan masyarakat harus senantiasa dilakukan oleh manajemen bank," pungkasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat 13 poin atau 0,07% ke level Rp18.036. 

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement