Selain memperluas akses terhadap berbagai sumber energi dan mengembangkan pasar baru, PGN juga terus memperkuat ketahanan pasokan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Berbagai kesepakatan strategis yang dijalin dalam beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari upaya Perseroan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan utilisasi infrastruktur yang telah dibangun.
Dari sisi operasional, aktivitas bisnis Perseroan tetap terjaga. Pada kuartal I-2026, PGN mencatat volume distribusi gas bumi sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi sebesar 1.539 MMSCFD. Capaian ini mencerminkan peran strategis PGN dalam mendukung kebutuhan energi berbagai sektor ekonomi nasional melalui jaringan infrastruktur yang terintegrasi.
PGN juga didukung struktur keuangan yang sehat untuk menjalankan agenda pertumbuhan jangka panjang. Per akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) Perseroan berada pada level sekitar 29%, dengan posisi kas dan setara kas sebesar sekitar USD1,36 miliar. Perseroan juga mencatat rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 21 kali, yang mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mendukung operasional maupun investasi jangka panjang.
Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, PGN juga mempertahankan dividend payout ratio sebesar 80% dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2025.
“Kebutuhan energi Indonesia akan terus berkembang. Karena itu kami fokus memastikan PGN memiliki infrastruktur, pasokan, dan kapasitas yang memadai untuk menangkap pertumbuhan tersebut. Dengan fondasi bisnis yang kuat dan posisi pasar yang telah dibangun selama ini, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Fajriyah.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.