Untuk pengujian lokomotif, KAI menggunakan unit lokomotif tipe CC206 yang dipasangkan pada rangkaian KA Sembrani. Simulasi uji coba tersebut dilakukan dari Depo Sidotopo dengan melakukan studi komparasi konsumsi bahan bakar antara varian B40 dan B50.
Dengan demikian, memasuki Juni 2026, KAI kini berada pada fase pemantauan serta evaluasi teknis mendalam terhadap data hasil pengujian sebelum skema B50 diimplementasikan dalam skala yang lebih luas.
Dari aspek pelestarian lingkungan, penerapan bahan bakar B50 dikategorikan sebagai program kerja strategis dekarbonisasi KAI untuk periode 2025–2030. Melalui peta jalan tersebut, migrasi bahan bakar dari B35 menuju B50 ditargetkan mampu memangkas emisi karbon hingga mencapai 133.676 ton CO₂e.
"Dengan dukungan pemerintah, KAI akan terus menjaga layanan transportasi publik dan logistik tetap andal, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional, penurunan emisi, dan daya saing ekonomi," kata Bobby.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.