Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Subsidi Listrik Berpotensi Bengkak Jadi Rp122,83 Triliun pada 2027

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |05:08 WIB
Subsidi Listrik Berpotensi Bengkak Jadi Rp122,83 Triliun pada 2027
Beban subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 diperkirakan meningkat. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

“Sebelum terjadi ketegangan di Timur Tengah, total subsidi LPG mencapai Rp80-87 triliun per tahun. Sekarang akan naik lagi karena harga ICP meningkat,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (15/6/2026).

Di sisi lain, pemerintah menargetkan peningkatan produksi migas dalam RAPBN 2027. Lifting migas ditargetkan berada pada kisaran 1,536 juta hingga 1,592 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), lebih tinggi dibandingkan realisasi hingga Mei 2026 yang mencapai 1,473 juta BOEPD.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan cost recovery migas pada 2027 mencapai USD10,1 miliar hingga USD11,5 miliar. Angka itu meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar USD8,46 miliar.

Baca Selengkapnya: Subsidi Listrik Diusulkan Naik Jadi Rp122 Triliun, Volume BBM 19,5 Juta KL di 2027

https://economy.okezone.com/read/2026/06/15/320/3224695/subsidi-listrik-diusulkan-naik-jadi-rp122-triliun-volume-bbm-19-5-juta-kl-di-2027

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement