JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan tujuh anggota direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang diikuti 28 kandidat. Kepengurusan baru ini diharapkan memperkuat tata kelola, meningkatkan integritas, serta melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia agar semakin kompetitif dan berdaya saing global.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa para direktur terpilih merupakan kandidat terbaik untuk memimpin BEI dalam empat tahun ke depan. OJK juga menekankan pentingnya keberlanjutan reformasi integritas dan penguatan tata kelola di pasar modal.
Berikut Okezone rangkum fakta-fakta terkait susunan direksi baru BEI periode 2026–2030, Senin (22/6/2026):
1. 7 Direksi Terpilih dari 28 Kandidat
OJK melakukan fit and proper test terhadap 28 kandidat sebelum menetapkan tujuh nama terpilih untuk mengisi jajaran direksi BEI periode 2026–2030.
Friderica menyebut seluruh yang terpilih merupakan kandidat terbaik di masing-masing bidang.
“Alhamdulillah sudah terpilih 7 orang yang terbaik untuk masing-masing bidang,” kata Friderica.
2. Jeffrey Hendrik Jabat Direktur Utama BEI
Dalam susunan baru tersebut, Jeffrey Hendrik ditetapkan sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.
Ia menyatakan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang telah berjalan serta memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola bursa.
3. Susunan Lengkap Direksi BEI 2026–2030
Berikut daftar lengkap direksi BEI periode 2026–2030:
Jeffrey Hendrik – Direktur Utama
Saidu Solihin – Direktur Penilaian Perusahaan
Abdul Munim – Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko
Umi Kulsum – Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum
Iding Pardi – Direktur Pengembangan
Yulianto Aji Sadono – Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan
Irvan Susandy – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa
4. Fokus Reformasi Integritas Pasar Modal
OJK menegaskan bahwa direksi baru BEI diminta melanjutkan reformasi integritas di pasar modal Indonesia.
Friderica menekankan pentingnya keberlanjutan perbaikan tata kelola agar pasar modal semakin sehat, maju, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sehingga kita kedepankan integritas tata kelola dan terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
5. BEI Didorong Jadi Rumah Nyaman Investor
OJK juga meminta BEI menjadi wadah yang nyaman bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk investor dan emiten.
Tujuannya agar pasar modal Indonesia semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat global.
6. Komitmen BEI: Transparansi dan Pendalaman Pasar
Direktur Utama BEI terpilih, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi pasar modal dalam beberapa bulan terakhir.
Ia juga menargetkan peningkatan transparansi, integritas, serta penguatan pendalaman pasar dari sisi permintaan (demand) dan penawaran (supply).
“Sehingga ke depan potensi BEI menjadi bursa kelas dunia bisa kita wujudkan,” kata Jeffrey.
7. Reformasi Integritas Jadi Sorotan Utama OJK
Dalam berbagai pertemuan dengan DPR RI, OJK kembali menegaskan bahwa reformasi integritas menjadi agenda utama yang harus dijaga oleh direksi baru BEI.
Keberlanjutan reformasi ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal Indonesia.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.