Praktik ini membuat total cicilan menjadi sulit terlacak dan berisiko menumpuk lebih cepat dari yang disadari. Sebelum mengajukan pinjaman baru, sebaiknya cek dahulu total komitmen utang yang sedang berjalan melalui layanan informasi keuangan resmi seperti SLIK OJK, agar nominal pinjaman baru benar-benar mempertimbangkan beban yang sudah ada.
Dalam kondisi ideal, seseorang membayar cicilan tepat waktu setiap bulan. Namun, kondisi keuangan bisa berubah karena pengeluaran mendadak, penurunan pendapatan, atau kebutuhan darurat.
Karena itu, sebelum menentukan nominal pinjaman, pertimbangkan juga dana cadangan. Jangan sampai seluruh sisa pendapatan habis untuk cicilan. Sisakan ruang keuangan untuk kebutuhan tak terduga.
Jika belum memiliki dana darurat, sebaiknya ambil nominal pinjaman yang lebih konservatif. Tujuannya agar cicilan tetap bisa dibayar meskipun ada perubahan kecil dalam kondisi keuangan.
Beberapa indikator berikut bisa menjadi sinyal bahwa nominal pinjaman yang diajukan terlalu besar:
Jika satu atau lebih tanda ini muncul, sebaiknya nominal pinjaman ditinjau ulang sebelum pengajuan dilanjutkan.
(Agustina Wulandari )
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.