Selama kegiatan berlangsung, peserta dapat mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas, mulai dari workshop bersama pemangku kepentingan ketenagakerjaan, kelas pengenalan bahasa asing, hingga sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan perusahaan penempatan, lembaga pelatihan kerja, dan test center.
Leontinus berharap model penguatan kapasitas dan perlindungan pekerja migran tersebut dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain.
“Kami berharap apa yang kami kerjakan di Kebumen dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya sehingga semakin mengurangi potensi pekerja migran yang tertipu jalur nonprosedural dan ilegal,” ujarnya.
Kebumen dipilih karena merupakan salah satu kantong pekerja migran di Jawa Tengah, provinsi yang menjadi salah satu penyumbang pekerja migran terbesar secara nasional. Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, dengan 46.751 orang berasal dari Kabupaten Kebumen.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.