Anin menyebut Indonesia memiliki hampir seluruh mineral kritis yang dibutuhkan dalam pengembangan kendaraan listrik maupun SDV. Indonesia saat ini merupakan produsen nikel terbesar di dunia serta termasuk lima besar dunia untuk komoditas tembaga, seng, bauksit, dan timah.
“Kemampuan Indonesia untuk mengolah mineral-mineral kritis tersebut akan sangat membantu perkembangan software-defined vehicles,” kata Anin.
Selain kekayaan sumber daya alam, Anin menilai potensi energi terbarukan menjadi keunggulan lain yang dimiliki Indonesia. Saat ini kapasitas energi terpasang nasional mencapai sekitar 100 gigawatt yang masih didominasi energi konvensional.
Namun ke depan, sekitar 75 persen tambahan kapasitas pembangkit baru ditargetkan berasal dari sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, panas bumi, dan hidro.
Menurut Anin, transisi energi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong transformasi industri nasional menuju industri yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya manusia.