Lebih lanjut, sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia, kata Anin, masih menghadapi tantangan biaya logistik yang relatif tinggi. Karena itu, pemanfaatan teknologi SDV dan kecerdasan buatan diyakini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Anin menegaskan bahwa transformasi menuju kendaraan cerdas tidak berarti perangkat keras atau hardware menjadi tidak relevan. Sebaliknya, kebutuhan terhadap material maju justru semakin meningkat.
“Ketergantungan terhadap material bukan berkurang, tetapi semakin intensif. Material baterai harus lebih efisien, lebih padat energi, dan tetap stabil secara termal. Untuk itu dibutuhkan nikel, lebih banyak tembaga untuk menghantarkan listrik, serta aluminium ringan yang berasal dari bauksit,” jelas Anin.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.