Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Dorong Bursa Lebih Modern Lewat Demutualisasi

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2026 |19:03 WIB
BEI Dorong Bursa Lebih Modern Lewat Demutualisasi
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti rencana demutualisasi bursa. (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra
A
A
A

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti rencana demutualisasi bursa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan koordinasi dengan regulator dan pihak terkait akan dilakukan setelah regulasi pelaksana diterbitkan. Saat ini, BEI masih menunggu terbitnya aturan turunan sebagai dasar implementasi kebijakan tersebut.

“Terkait demutualisasi, kami sama-sama mengikuti melalui revisi Undang-Undang P2SK. Pada poin ini kami masih menunggu pengaturan lebih lanjut dari turunan Undang-Undang P2SK tersebut. Tentu apabila pertanyaannya apakah kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, tentu akan kami lakukan,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers RUPST, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, BEI mendukung penuh pelaksanaan demutualisasi karena selain merupakan amanat undang-undang, langkah tersebut diyakini dapat memperkuat daya saing dan tata kelola bursa di masa depan.

Jeffrey menilai perubahan struktur kelembagaan itu akan membawa BEI menjadi organisasi yang lebih modern serta memiliki fleksibilitas lebih besar dalam merespons dinamika industri pasar modal.

“Selain karena itu adalah mandat dari undang-undang, kami juga meyakini bahwa dengan demutualisasi akan membuat Bursa Efek Indonesia menjadi lebih modern,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini Bursa Efek Indonesia masih menjadi salah satu dari sedikit bursa di dunia yang belum menerapkan model demutualisasi. Karena itu, transformasi tersebut dinilai penting agar BEI sejajar dengan praktik terbaik yang diterapkan berbagai bursa global.

Lebih lanjut, Jeffrey mengatakan demutualisasi juga diharapkan membuat BEI lebih lincah dalam menjalankan strategi bisnis dan mempercepat pencapaian target pengembangan pasar modal yang telah ditetapkan.

“Dengan demutualisasi akan membuat Bursa Efek Indonesia menjadi lebih lincah sehingga akan lebih mudah untuk mencapai target-target yang telah kita tetapkan,” pungkasnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement