Ia juga menambahkan, pengembangan SAF tidak hanya menjadi tuntutan global, tetapi juga peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya domestik secara optimal dan berkelanjutan.
Usai meninjau AFT Juanda, Iriawan melanjutkan kunjungannya ke IT Surabaya, salah satu terminal energi terintegrasi terbesar di Indonesia yang memiliki peran vital dalam distribusi energi di kawasan timur Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Manager IT Surabaya, Indriati Purba Lestari, melaporkan seluruh fasilitas dan infrastruktur terminal telah siap mendukung penyediaan serta distribusi biosolar B50 menjelang rencana peluncuran program tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Menanggapi laporan tersebut, Iriawan meminta IT Surabaya menjadi pelopor pengembangan energi hijau di lingkungan Pertamina sekaligus menjadi contoh bagi terminal lainnya dalam mengimplementasikan program energi berkelanjutan.
"Kedaulatan energi yang sejati adalah ketika kita mampu berdiri di atas kaki sendiri, mengolah apa yang dikaruniai Tuhan di bumi Nusantara ini menjadi energi bersih bagi masa depan bangsa. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang menggantungkan nasibnya pada belas kasihan pasar global," ujar Iriawan.