JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat upaya menjaga ketahanan wilayah pesisir di tengah tingginya risiko banjir rob, abrasi, serta dampak perubahan iklim. Salah satu langkah yang dilakukan menjaga keberlanjutan kawasan konservasi mangrove di pesisir utara Jakarta.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Badan Pendapatan Daerah Jakarta, Morris Danny, pelestarian kawasan konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
"Retribusi daerah memiliki peran dalam membiayai berbagai kebutuhan, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur, kebersihan, fasilitas umum, serta pengelolaan kawasan wisata dan konservasi," ujar Morris, Selasa (30/6/2026).
Salah satu kawasan konservasi yang memiliki fungsi tersebut adalah Hutan Lindung Mangrove Angke di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Kawasan seluas sekitar 44,76 hektare itu menjadi salah satu penyangga ekosistem pesisir Jakarta.
Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, kawasan tersebut memiliki peran ekologis dalam membantu mengurangi abrasi, erosi, pencemaran laut, hingga dampak kenaikan permukaan air laut yang menjadi tantangan bagi wilayah pesisir ibu kota.