Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belarusia Bidik Impor Kakao, CPO hingga Kopi dari RI 

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |17:15 WIB
Belarusia Bidik Impor Kakao, CPO hingga Kopi dari RI 
Menko Airlangga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Belarusia berencana meningkatkan impor berbagai komoditas unggulan Indonesia, mulai dari biji kakao, minyak sawit (CPO), karet, produk farmasi, makanan laut, hingga kopi Jawa. Hal ini seperti diungkap Wakil Perdana Menteri Republik Belarusia, Viktor Karankevich.

Menurut Viktor, sejumlah produk Indonesia telah dikenal dan diterima dengan baik oleh para konsumen di negaranya. Karena itu, Belarusia ingin memperluas jenis produk sekaligus meningkatkan volume impor dari Indonesia.

"Kami juga tertarik pada pasokan dari Indonesia untuk berbagai produk, ini termasuk biji kakao, karet, sediaan medis, obat-obatan, dan tentu saja kami memiliki rencana yang sesuai dan kontrak yang ditandatangani untuk pasokan produk laut, serta minyak sawit," katanya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Viktor menambahkan, selain meningkatkan volume impor produk yang telah dipasarkan, Belarusia juga ingin memperluas ragam komoditas yang didatangkan dari Indonesia. 

Produk yang dinilai memiliki prospek besar antara lain karet, produk farmasi, makanan laut, dan biji kakao.

"Kami juga berharap dapat meningkatkan jangkauan produk yang kami impor dari Indonesia yang akan mencakup karet, farmasi, makanan laut, dan biji kakao. Semua produk tersebut sudah kami coba di Belarus untuk mengapresiasi kualitas tingginya," sebut Viktor.

Tak hanya itu, Viktor juga secara khusus menambahkan kopi Jawa sebagai salah satu produk Indonesia yang diminati masyarakat Belarusia.

"Kopi Jawa tentu saja. Jadi kami berharap dapat meningkatkan volume produk yang sudah kami kenal dan juga meningkatkan jangkauan produk dari Indonesia juga," ucapnya.

 

Viktor menyatakan, hubungan kedua negara terus berkembang berkat meningkatnya kepercayaan antara pemerintah Indonesia dan Belarusia. 

Dia menyebut kerja sama dangan telah mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri, kesehatan, hingga pendidikan.

"Tentu saja, ada bidang-bidang untuk kerja sama seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, dan forum hari ini menunjukkan bahwa potensi kerja sama antara negara kita sangat besar. Kami juga menandatangani sejumlah dokumen yang akan memberikan dorongan bagi penguatan lebih lanjut hubungan ekonomi bilateral kita," ucap Viktor.

Disampaikan, salah satu hasil konkret dari kerja sama tersebut adalah bertambahnya izin bagi 13 perusahaan produk susu Belarusia untuk mengekspor produknya ke Indonesia. 

Selain itu, kedua negara juga membahas peningkatan pasokan pupuk potash, pengembangan industri teknik, pembentukan pusat layanan pemeliharaan alat berat, serta peluang lokalisasi atau perakitan mesin di Indonesia.

Viktor menilai, penguatan kerja sama di bidang industri, pangan, kesehatan, pendidikan, hingga pertukaran budaya ke depan diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan bilateral sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

"Dan tentu saja, kami memiliki titik pertumbuhan baru, tentu saja ini adalah kesehatan, pendidikan, bidang kemanusiaan, pertukaran hubungan budaya, dan semua ini akan menciptakan kondisi untuk meningkatkan perputaran perdagangan dan penyediaan layanan timbal balik yang akan ditujukan untuk meningkatkan tingkat dan kualitas hidup bangsa kita," tutupnya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement