Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bantah Pidato Prabowo Bikin IHSG Ambruk, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 30 Juni 2026 |20:14 WIB
Bantah Pidato Prabowo Bikin IHSG Ambruk, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
OJK (Foto: Okezone)
A
A
A

Dokumen-dokumen hukum tersebut merupakan indikator sahih yang harus digunakan investor untuk mengukur apakah valuasi harga sebuah saham sudah kemahalan, tergolong murah, atau memiliki prospek pertumbuhan yang cerah.

"Nah dibalik kegiatan operasional itu, ada keterbukaan informasi. Yang jelas laporan keuangan setiap kuarternya harus dipublikasikan dan menjadi sarana untuk menilai kira-kira value-nya si perusahaan itu sudah cukup murah, kemahalan, dan bagaimana prospeknya ke depan dilihat dari trend yang ada," jelas Hasan.

Regulator juga mengingatkan para pelaku pasar, khususnya investor ritel generasi muda, untuk menyaring informasi yang berseliweran di platform digital.

Pengambilan keputusan investasi sebaiknya bersumber dari hasil bedah kinerja keuangan dan analisis teknikal yang kredibel, bukan didasari oleh kepanikan massal akibat konten visual atau rumor tidak berdasar yang sengaja diembuskan oleh pihak tertentu di jagat maya.

"Kemudian setiap kali ada aksi korporasi juga selalu disandingkan dengan kewajiban untuk keterbukaan informasi. Nah tolong itu dicermati lebih jauh. Jangan hanya baca atau menyimak yang ada di media sosial semata ya," tegas Hasan.

Sebelumnya, sejumlah akun konten kreator keuangan dan komunitas saham amatir kedapatan mengunggah analisis spekulatif atau "cocoklogi" yang menghubungkan kalender jadwal pidato resmi serta pernyataan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto dengan grafik penurunan IHSG.

Berbagai yang beredar di media sosial tersebut mengklaim adanya sentimen negatif atau kepanikan investor institusional asing setiap kali presiden mengumumkan target-target makroekonomi baru yang dinilai radikal, seperti restrukturisasi massal BUMN maupun pemotongan anggaran program prioritas.

Isu viral ini sempat memicu kekhawatiran psikologis di kalangan investor ritel domestik yang cemas pasar akan mengalami capital outflow, sehingga regulator merasa perlu melakukan intervensi edukasi demi menjaga stabilitas dan memulihkan iklim investasi yang sehat di bursa efek Indonesia.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement