Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun 

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2026 |16:22 WIB
 Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun 
Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun  (Foto: Okezone)
A
A
A

Purbaya juga memastikan aliran dana belanja ini akan difokuskan untuk mengawal agenda prioritas nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Revitalisasi Sekolah, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, serta Koperasi Desa Merah Putih.

Jika melihat performa di lapangan, realisasi APBN sepanjang semester I-2026 menunjukkan kinerja yang aman dan terkendali. Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, mencatatkan pertumbuhan 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Rapor ini disumbang oleh penerimaan perpajakan senilai Rp1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271,0 triliun.

Kemudian belanja negara sudah terserap mencapai Rp1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN, tumbuh 17,8 persen (yoy) dibandingkan semester I-2025. Dana ini telah disalurkan untuk program MBG, bantuan sosial (bansos), pembangunan infrastruktur, subsidi, kompensasi, hingga dana transfer ke daerah (TKD).

Melalui kombinasi kinerja pendapatan dan belanja selama enam bulan pertama tersebut, angka defisit APBN per semester I-2026 tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau baru menyentuh 0,76 persen terhadap PDB.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement