Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Anjlok ke Rp18.128 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah hingga APBN Jadi Pemicunya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 09 Juli 2026 |16:51 WIB
Rupiah Anjlok ke Rp18.128 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah hingga APBN Jadi Pemicunya
Rupiah Anjlok ke Rp18.128 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah hingga APBN Jadi Pemicunya (Foto: Okezone)
A
A
A

Sementara itu, sentimen konsumen merosot untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juni, mencapai titik terlemahnya sejak September lalu. Bank Indonesia melaporkan hasil Survei Konsumen periode Juni 2026 yang mengindikasikan adanya penurunan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional. Koreksi ini terlihat dari tren pelemahan indeks utama maupun seluruh komponen penyusunnya yang kompak bergerak melandai menjelang penutupan semester pertama tahun ini.

Berdasarkan data makro yang dirilis bank sentral, angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 bertengger di level 117,8. Realisasi tersebut menunjukkan penurunan yang konsisten jika dibandingkan dengan pencapaian pada Mei 2026 yang sempat berada di level 120,9, atau posisi awal tahun pada Januari 2026 yang sempat perkasa di level 127,0.

Meskipun mengalami penurunan berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir, BI menegaskan bahwa kondisi psikologis ekonomi masyarakat secara umum masih berada di zona aman. Keyakinan konsumen dinyatakan tetap terjaga pada area optimistis karena perolehan agregat angka IKK nasional terpantau konsisten berada di atas ambang batas parameter dasar sebesar 100.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp18.120-Rp.18.180 per dolar AS," katanya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement