Selain IPO, BEI juga mencatat ketertarikan BUMD terhadap instrumen pendanaan hijau, seperti bursa karbon. Hal ini dipicu oleh adanya mandat transisi energi yang membutuhkan biaya investasi besar, seperti yang dialami oleh PT Transjakarta.
Saidu menuturkan terkait inisiatif ini sangat menarik karena perusahaan dapat memanfaatkan creative financing untuk menutupi kebutuhan modal transisi menuju kendaraan listrik.
"Tapi yang menarik kemarin, Pak Dirut Transjakarta bilang tentang mereka punya tugas bahwa di akhir tahun, ada aturan bahwa seluruh unit mereka harus 100% EV (Electrical Vehicle). Berarti kan akan ada saving karbon. Nah makanya mereka mulai tahun ini sudah ngajak kami bicara soal bagian pengembangan bursa karbon," tambahnya.
Meski demikian, Saidu menegaskan bahwa keberhasilan ekspansi BUMD ke pasar modal sangat bergantung pada komitmen politik dari pemangku kepentingan di daerah. Pihaknya akan terus menjalankan peran aktif sebagai regulator untuk membuka akses seluas-luasnya bagi BUMD agar dapat memanfaatkan instrumen di bursa saham secara optimal.
"Intinya penjajakan banyak. Tapi ini political will," tegasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.