Selain itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan dimanfaatkan sebagai referensi untuk mengidentifikasi karakteristik aktivitas usaha, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta perkembangan ekosistem usaha yang mendukung sektor perumahan.
Menurut Nixon, informasi tersebut akan memperkuat strategi pembiayaan BTN, pengembangan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta perluasan akses pembiayaan berdasarkan karakteristik ekonomi di masing-masing daerah.
Dia menambahkan kebutuhan terhadap data berkualitas akan semakin penting seiring transformasi industri perbankan yang semakin mengedepankan pengambilan keputusan berbasis data.
Selain pemanfaatan data statistik, kerja sama BTN dan BPS juga mencakup dukungan pelaksanaan sensus dan survei, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, knowledge sharing, program magang, hingga kolaborasi pengembangan kompetensi di bidang statistik, data science, dan analisis data.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan MoU tersebut menjadi landasan untuk memperkuat sinergi kedua institusi dalam penyediaan dan pemanfaatan data statistik serta pengembangan sumber daya manusia.
Dia menambahkan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi referensi penting untuk memahami karakteristik aktivitas ekonomi nasional, termasuk dalam mendukung penyusunan strategi pembiayaan perumahan yang lebih presisi.
Sebagai tindak lanjut, BTN dan BPS akan menyusun perjanjian kerja sama yang mengatur implementasi teknis, antara lain penyusunan model pemetaan kebutuhan perumahan berbasis BNBA, identifikasi potensi permintaan pembiayaan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama secara berkala.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.