Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD1,61 miliar pada Mei 2026, sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan beruntun.
Kemudian, dari sentimen global, Ibrahim menyoroti kembali memanasnya eskalasi geopolitik AS-Iran yang terjadi setelah Presiden Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru. Serangan tersebut bertujuan untuk menjaga Selat Hormuz yang penting tetap terbuka untuk lalu lintas.
Sebelumnya Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir. Sementara Iran mengatakan bahwa serangan yang dilakukan ke situs militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan AS sebelumnya terhadap infrastruktur.
Selain itu, dalam risalah rapat Fed bulan Juni, yang dirilis pada hari Rabu memperlihatkan para pembuat kebijakan sebagian besar terpecah pendapat mengenai perlunya kenaikan suku bunga tahun ini.
Namun, risalah tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di antara para bankir sentral mengenai inflasi yang kaku, sebuah tren yang dapat memicu kenaikan suku bunga di akhir tahun, terutama jika tekanan harga menunjukkan sedikit tanda-tanda pendinginan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.